INKM/OSKM/PROKM ITB

Entah kenapa, rasanya saya pengen banget nulis soal ini. Bukan ikut-ikutan karena lagi happening atau apa. In fact, saya adalah orang yang bener-bener awam soal kejadian-kejadian selama INKM 2010, karena saya cuma panitia OHU. Saya adalah Arcavatara yang kerja behind the scene, dan baru 'kelihatan' sama Maba di tanggal 7 Agustus besok. Beda sama temen-temen panlap. Saya baru tahu soal istilah 'gabut' = gaji buta (entah siapa yang bikin), saya juga baru tahu banget bagaimana perlakuan K3L pada panitia INKM 2010. FYI, K3L ini, hmm... sepenangkapan saya sih sebagai semacam badan pengawas buat acara ospek tahun ini dari rektorat. Maaf ya, saya nggak tahu banyak, cuma mau cerita aja kok seberapa besar arti PROKM (nama lainnya INKM waktu tahun 2009) buat saya sebagai Maba waktu itu.

Jujur, siapa sih yang nggak malas di ospek? Saya juga pernah merasa malas. Tapi ternyata, ospeknya ITB buat saya lebih seperti 'penyambutan', bukan ospek yang disuruh bawa macam-macam, dikerjain macam-macam. Ospek ITB untuk menyambut murid baru ini waktu tahun masuk saya namanya PROKM.

Ada tiga panitia lapangan yang paling dikenal sama murid baru: Taplok atau Tata tertib kelompok, yang waktu itu bernama Praba Amerta, Keamanan yang waktu itu namanya Rakshadeva, dan medik yang waktu itu namanya Rafasagara. Mereka ini adalah panitia yang menurut saya diklatnya paling capek, kerjanya juga paling capek. Tapi mereka mendapat banyak pengetahuan baru dari diklat, pengalaman langsung di lapangan, dan dapat banyak kenalan baru juga, entah dari teman sesama diklat atau dari Maba.

Mereka sukses mengenalkan ITB kepada kami, 2009, dengan sangat keren. Saya bilang keren karena memang begitu adanya. Dari dekor, 'flow', panitia, sampai format acara, membuat saya respek sama ITB dan orang-orang di dalamnya. Meskipun capek lari-lari kampus-sabuga, overall, saya menikmati ospeknya. Saya kagum sama massa kampus yang waktu itu meneriakkan Salam Ganesha dengan sangat kompak dan semangat, padahal saat itu sudah malam. Mereka bela-belain datang ke kampus, hanya untuk menyambut kami, 2009.

Di closing, saya lebih terkagum-kagum lagi. Karena sudah dapat buku sakti, saya tahu kalau setiap jurusan punya himpunan, dan waktu dikumpulkan untuk diagitasi himpunan, saya yang agak takut masih sempet curi-curi pandang mencari jahimnya Sipil, TL, dan KL. Saya juga kagum sama solidaritas antar himpunan. Keren bangetlah kalau diinget-inget. Maaf kalau lebay :p Tapi menurut saya cara mereka mengagitasi nggak bikin kita merasa terintimidasi atau apa, malah bikin respek.

Opening dan closingnya sama-sama keren, sama-sama ramai massa kampus dan massa himpunan, pakai kembang api segala, cantik bangetlah pokoknya. Yang ada di pikiran saya waktu itu: jadi inilah ITB, kampus di mana Mabanya disambut sebagai putra-putri terbaik bangsa, di mana mahasiswanya diajarkan untuk mencintai tanah airnya, di mana mahasiswanya diajarkan untuk melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati, dengan totalitas tinggi. Meskipun (agak) bosan di dalam sabuga, tapi begitu ngobrol sama Praba Amerta, disuruh 'rapat kiri' sama Rakshadeva dan dijagain Rafasagara, langsung kerasa deh penyambutan Maba yang sebenarnya. Pokoknya capeknya PROKM setaralah sama rasa bangga diterima di kampus ini.

Gimana dengan penyambutan Maba tahun ini?

Saya cuma dengar simpang siur sih. Ada yang cerita taplok banyak nganggurnya. Keamanan nggak bisa ngapa-ngapain (maksudnya nggak segalak Rakshadeva). K3L super protektif. Macem-macemlah. Saya miris banget dengernya. Angkatan 2010 nggak merasakan bagaimana rasanya disambut sama massa kampus. Bagaimana rasanya disambut jadi mahasiswa. Padahal, mereka, panitia, hanya ingin menyambut Maba sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Mereka melakukan INKM ini bukan cuma buat gaya-gayaan atau agitasi saja, karena mereka juga merelakan liburan dua bulan untuk menyambut putra-putri terbaik bangsa 2010.

Karena solidaritas saya sama teman-teman saya yang capek-capek jadi panitia, saya memang ngerasa panitia dirugikan banget. Tapi saya nggak bisa menyalahkan rektorat juga, mereka pasti punya alasan kenapa jadi super protektif begini. Mungkin seharusnya lebih jelas alasannya, dijabarkan ke massa kampus, biar nggak simpang siur karena ada laporan dari anak TL, karena ada anak rektor, atau karena banyak anak dosen.

Overall, saya menghargai banget temen-temen Antakusuma, Chakrasera, dan Varunastra yang udah capek-capek diklat dan bertugas sebagai panitia INKM 2010. Juga untuk panitia non-lap yang kerja behind the scene, acara nggak mungkin jalan tanpa kalian. You guys are amazing.

Terakhir, Selamat datang 2010! Selamat bergabung di Keluarga besar mahasiswa ITB :)

Share:

7 comments

  1. nice konten...
    say taplok klompok 91,
    dan memang benar kami merasa dirugikan, dan panitia lapangan lainnya.
    harusnya lu ikutikut aja eval panlap biar lebih tau masalahnya, hehehe...
    tadinya INKM 2010 hampir menorehkan tinta emas dalam sejarah ITB saat acara closing, tapi entah kenapa rektorat melegalkan acara, namun kami masi saja dirugikan karena closing dipercepat.

    BalasHapus
  2. iya, saya juga denger soal closing yang dipercepat terus himpunan udah pada dateng tapi malah nganggur. sayang banget ya :( btw thanks commentnya :)

    BalasHapus
  3. wah, anak TL nya eksis bener, hahahahahha

    BalasHapus
  4. wah saya senang ada yg bilang PROKM2009 seperti ini.. :)

    BalasHapus
  5. Doakan juga Kak agar OSKM tahun ini bise memberi impresi yang keren di mata maba. Oh y, boleh sesekali mampir di blog saya juga :)

    BalasHapus