Evaluasi Akhir Tahun 2010

by - Desember 27, 2010

Hai. It's already the end of the year, dan biasanya saya paling nggak tenang pada saat-saat seperti ini. Well ini hanya sugesti sih, tapi memang, sejak 2 tahun terakhir, masalah dan penyakit selalu menghampiri saya di akhir atau awal tahun. Makanya kalau bisa melewati desember-januari-februari-maret dengan tenang, i'll be very thankful for that.

Sejauh ini sih saya nggak merasakan tanda-tanda sakit - semoga nggak usah ada penyakit mampir di liburan saya kali ini. Problems always come and go, dan untuk masalah yang satu ini, saya juga heran kenapa titik puncaknya selalu mengambil waktu di akhir dan awal tahun. Dan saat menulis ini, jujur aja saya sudah nggak sabar pengen membereskannya, bukan untuk segera memulai kehidupan baru atau apa - saya cuma nggak suka menggantung-gantungkan masalah. Beberapa kali saya menjadi orang yang cuek, nggak peduli, tapi toh pada akhirnya kepikiran juga. Dan kalau masalah ini 'beres', pasti rasanya super duper legaaaa berasa memperoleh kebebasan setelah sekian lama nggak jelas nasibnya. Oke daripada saya membuat penasaran dengan mengoceh tentang masalah sementara i won't tell you what the problem is, lebih baik langsung pindah topik aja ya.

Karena sudah akhir tahun dan di awal tahun saya menulis resolusi, nggak ada salahnya untuk evaluasi. Setahun itu cepet banget, dan seperti biasa, langsung terasa kalau saya sangat tidak produktif menulis :( Oke, here's the resolution & the evaluation.

1. Mengerti semua mata kuliah semester 2 dan semester 3 dan mendapat nilai bagus: so-so. Malah di semester 2 semangat belajar saya turun karena gampang terpengaruh sama keberhasilan orang lain. Di semester 3, saya semangat belajar tapi nggak didukung dengan usaha untuk bener-bener memperhatikan di kelas. Untuk orang seperti saya yang otaknya nggak bisa nangkep dengan hanya tidur dan bengong, harusnya kebiasaan ini diubah, tapi yah, godaannya terlalu besar.
2. Lulus TPB dan jadi anak TL: done.
3. Menjadi anggota HMTL: done.
4. Kontribusi dalam Envirovolution: done, meskipun pada hari-H nya saya terkapar karena sakit :(
5. Bisa nyetir dan punya SIM: 50-50. Punya SIM iya, les nyetir juga udah - tapi masih nggak bisa nyetir.
6. Punya penghasilan sendiri: not done yet. Niat untuk jadi asisten kidas/fidas gagal total.
7. Sering nulis di blog: well, menulis kegalauan sih iya di tumblr, tapi kalau nulis di sini... not done yet.
8. Hemat pengeluaran selama ngekost: not done yet.
9. Les bahasa Inggris dan bahasa Perancis atau Jepang: les bahasa inggris iya, i'm taking a conversation class now. Pengennya sih les bahasa Perancis di liburan semester depan.
10. Kenal lebih banyak orang di ITB: not done yet, nggak merasa nambah kenalan dalam jumlah yang cukup signifikan.
11. Mengeksplore Bandung: so-so. Saya masih suka ngansos atau ngelayap sama Sashia ke berbagai tempat, dan saya udah ke Gedebage, tapi toh tempat ngansos dan ngelayap saya masih itu-itu aja. Meskipun sudah ke tempat-tempat baru juga sih.
12. Memenuhi nazar: err.. not done yet. Malah saya sebentar lagi akan melanggar salah satunya dan harus mencari penggantinya *sigh*
13. Bisa masak: bisa dong! Tapi tetep nggak suka masakin orang lain, atau ditonton orang kalau lagi masak, karena saya punya cara sendiri buat masak dan malas dikomentari macem-macem padahal buat saya nggak harus perfect-perfect amat, yang penting rasanya not bad buat dimakan.
14. Lebih concern sama masalah lingkungan: dari segi ilmu pengetahuan, lumayanlah. Dari segi perilaku, masih sangat kurang. Saya masih mencari solusi buat minum saya di kostan sehari-hari (yang sepertinya hanya bisa diselesaikan dengan galon), dan saya juga masih boros soal penggunaan listrik: laptop saya sering nyanyi sampai pagi. Sepertinya saya harus punya alat yang ada timernya biar nggak boros-boros amat.
15. Belajar motret sama Aswin: hmmmmh.. sudah, paling terasa waktu di Tidung, but then I realized I can live without photography. Saya hanya penikmat keindahannya, kadang ikut mencoba membuat keindahan itu tapi tidak mengejar sampai harus benar-benar indah. Fotografi buat saya menyenangkan, tapi tidak seperti buku: I collect books, I can't stop reading it, dan rasa nyaman yang ditimbulkan dari dua hal itu jauh berbeda.
16. Beli kamera: not done yet.
17. Nabung dan beli handphone: ternyata, saya betah-betah aja tuh sama handphone saya yang satu ini. Memang waktu baru beli pasti saya perfectionist to the max sih, dan memang beberapa fitur yang saya tuntut nggak ada di handphone saya (secara belinya dadakan karena handphone saya yang lama hilang). Tapi lama-lama saya oke-oke aja, dan sejauh ini sih belum rewel.
18. Ke Ciamis-Pangandaran sama Aswin: not done yet. Tapi sudah ke Tidung kok.
19. Sering-sering main ke sekre U-green: haaaa pengen banget sebenernya. Entah kenapa, dibanding sekre himpunan, sekre U-gren buat saya lebih terasa sebagai 'rumah'. Padahal saya juga udah jarang aktif di kegiatan-kegiatan U-green dan ke sekre juga secara random aja.. habis jauh dari TL sih :(
20. Join ke Greenpeace dkk: not done yet. Di U-green aja nggak beres, gimana di Greenpeace. Tapi setidaknya saya tetap update sama berita-berita yang mereka kirimkan lewat email.
21. Olahraga: aduh. Ini sih sangat amat tidak dilakukan, haha... Yah paling saya suka sesekali jalan kaki pulang ke kostan, dan jalan kaki dari simpang-TBI dan TBI-simpang, kalau itu dianggap olahraga :p
22. IP di atas 3: *sigh* not done yet. Akan mencoba memenuhinya tahun depan.

Setelah dilihat-lihat hmmmm banyakan terpenuhi atau nggaknya ya? Saya nggak menghitung sih, haha. Meskipun ada beberapa yang nggak terpenuhi, tapi saya mencoba beberapa hal baru tahun ini, seperti nari jawa, padahal badan saya sekaku robot. Ya nggak apa-apalah ya, selama masih muda dan bisa bergerak, yang penting kan usaha untuk belajar. Terus saya juga seneng di TL karena bisa main sama siapa aja: cecurhatan bareng Tias atau Andra, nginep di kostan Alin karena panik belajar matrek, sampai nyalon habis uts sama Ayu dan Tyagita. Well, kalau ada yang nggak terpenuhi, setidaknya saya punya hal-hal lain yang bisa menutupi kekurangan itu. Semoga 2011 jauh lebih baik dari 2010 :)

You May Also Like

1 komentar

  1. Do not forget about details. In narrative essay can be mentioned even minor details for better effect of “presents”.

    BalasHapus