Climate Change & Energy: The Beginning

Hai, judul di atas itu bukan judul artikel ini. Well ya, itu memang judulnya, tapi sebenarnya itu nama salah satu program di U-green yang menjadi tanggung jawab saya saat ini sebagai kepala programnya.

Program yang biasa disingkat CCE ini sudah ada sejak jaman U-green didirikan, dan merupakan satu-satunya program yang namanya masih sama dan tidak mengalami perubahan loh (berkat kekeraskepalaan saya yang ngotot namanya nggak boleh diganti :p).

Saya nggak pernah tahu definisi tepatnya dari CCE itu apa. Saya juga nggak hafal arahan untuk program itu harus seperti apa. Yang ada di kepala saya, CCE itu adalah sebuah wadah yang dibentuk sebagai landasan U-green berjalan di setiap kepengurusan, dengan bidang Climate Change & Energy sebagai topik utama yang dikuasai. Kalau pinjem istilah dari Dessy, program-program di U-green itu adalah "Mata angin topan".

Saya nggak akan membahas kenapa CCE itu penting di U-green. Tulisan ini cuma curahan isi kepala saya aja. Feel free to comment dan menasehati ya, karena di bidang ini, saya benar-benar baru belajar.

Dimulai dari saat milih program di tahun pertama bergabung sebagai anggota U-green. Dengan spontannya saya memilih CCE. Kenapa? Karena sejak SMA, saya tertarik dengan isu renewable energy, bahan bakar alternatif, hal-hal semacam itu. Bisa dilihat dari tulisan saya tentang biofuel jaman SMA (meskipun itu masih basic banget karena buat tugas bahasa inggris aja). Pernah waktu SSDK ITB, ditanya kenapa mau masuk TL, jawaban saya "Pengen mengembangkan penggunaan energi alternatif supaya industri-industri lebih ramah lingkungan." Okey, itu agak melenceng ya? Sepertinya saya salah jurusan kalo itu tujuan saya, haha.

Setahun di CCE.. well no offense ya Kak Naya, tapi yang berkesan buat saya hanya waktu Semud. Itu asik banget loh jalan dari Tahura sampai Maribaya, membersihkan paru-paru banget! Saya juga seneng karena di acara jalan-jalan ini saya dapet pengetahuan tentang hutan, air, energi (cuma 3 atau ada 5 ya waktu itu? duh, maaf lupa). Setahun berikutnya di CCE, buat saya yang berkesan adalah waktu ke SMP Swadaya I. Di sini saya cuma berdua sama Kak Mahdi (Kapro CCE tahun lalu), dan cuma jadi asisten aja. Tapi seru loh menyampaikan sesuatu ke masyarakat awam, apalagi ke tenaga pengajar yang nantinya akan membagi ilmu pengetahuannya pada adik-adik SMP. Sayang banget kunjungan ini nggak diadakan lagi karena keterbatasan waktu dan jadwal yang nggak match.

Lalu kenapa saya berani jadi Kepala Program CCE?

Awalnya saat pembentukan BP, saya nggak mengincar jabatan apapun. Tapi setelah dipikir-pikir... siapa ya yang bakal megang jabatan Kapro CCE? Lalu saya merasa, well, akan keren juga kalau saya jadi Kapro. Oke, jujur saja, itu alasan saya yang pertama. Merasa keren.

Kemudian saya ngobrol sama Aditta, dan dia langsung mendukung saya buat ngomong sama Alin dan Cungut. Terus saya nanya sama Aditta, "Kalau jadi Kapro, harus nyiapin proker ya?" Which is jawabannya sangat mudah. Ya iyalah. Saya jadi berpikir ulang. Sesungguhnya saya belum pernah menyiapkan sesuatu semacam proker. Apalagi saya sering kepikiran, 'program enaknya ngapain ya yang nggak bosen' tapi saat itu belum menemukan jawabannya. Tambah menciut aja kan. Tapi pada akhirnya saya ngomong juga sama Alin, dan setelah ketemu Cungut di sekre, langsung aja ditembak, "Ica berminat jadi Kapro CCE kan ya?" dan saya cuma bisa bilang iya. Jadilah saya Kapro CCE. Jeng jeng jeng.

Oke, cukup cerita tentang saya di CCE. Setelah jadi kepala program, di awal kepengurusan ini ada beberapa hal yang saya rasakan, saya pikirkan, dan saya alami. Hal-hal seperti:

Membaca tulisan Ajay tentang CCE: hah, ini mah tulisan seorang yang seharusnya jadi KaPro CCE. Bukan minder atau apa (padahal jelas-jelas saya minder) tapi tulisannya dari hati sekali loh. Mana pernah saya bikin tulisan macam ini waktu jadi anggota CCE biasa. Sangat disayangkan orang seperti Ajay harus off hanya karena konflik. Yah saya nggak tau sih seberapa menyebalkannya konflik itu bagi masing-masing pihak, tapi sayang ajaaaa punya pemikiran bagus jadi nggak tersalurkan.

Melihat posting orang-orang di we are greeners yang getol banget membahas energi: astaga, Kak Vey pinter banget ya, tau banyak. Kak Mahdi juga nemu aja lagi posting yang membangkitkan semangat orang-orang buat ngebahas. Ini sesepuh-sesepuh CCE dapet pengetahuan darimana sih kok saya merasa super kosong banget.

Memikirkan 2010: gimana caranya dekat sama 2010? Saya bukan orang yang terlalu suka komentar di grup atau semacamnya. Padahal itu salah satu wadah untuk pdkt sama mereka. Saya introvert sih, jadi susah -__- tapi sejatinya saya suka ngajak kenalan kok, cuma rasanya gimanaaaa gitu ngajak kenalan setelah mereka sekian lama jadi greeners. Ketauan banget saya not pay attention pada keberadaan mereka (habis seringnya pas saya ke sekre mereka nggak ada, gimana mau kenalaaaan).

Tapi selain hal-hal menyedihkan di atas, saya juga dapet banyak pelajaran kok sejak menjadi KaPro CCE. Saya jadi bisa diskusi sama Kak Naya, Kak Mango, dan Kak Mahdi. Banyak juga masukan dari Rani, Alin, Dessy, Melati, Cungut yang entah bagaimana memberikan pencerahan buat saya menyusun proker. Saya juga jadi tahu kalau banyak tawaran buat CCE, banyak tawaran buat U-green. Dan saya super excited sekali, tapi harus banyak belajar dan browsing sebelum menerima tawaran-tawaran itu.


Buat saya, mau ngga mau, sekarang belajar dan menambah pengetahuan yang berkaitan sama lingkungan dan CCE itu jadi tuntutan. Tuntutan yang harus dibuat menyenangkan, bahkan kalau bisa jadi kebiasaan. Memang sih di U-green ini semua orang belajar. Dan bukan salah saya jauh lebih kosong dari para sesepuh, mungkin mereka memang sudah banyak belajar sebelum saya tertarik mempelajarinya. Justru keberadaan mereka yang lebih tahu harus dimanfaatkan buat bagi-bagi ilmu ke 2009 dan 2010. Keberadaan mereka juga jadi pemicu saya untuk nggak berhenti belajar, yah setidaknya biar kalau saya ngobrol sama mereka saya nggak cengo-cengo amat..

Duh maaf ya, jadi ngelantur kemana-mana. Sepertinya tulisan ini lebih untuk meyakinkan diri kalau saya bisa jadi KaPro CCE yang baik, haha. Mungkin nanti ditengah atau akhir kepengurusan, saya bakal ngepost lagi tentang masalah ini. Meskipun awalnya cuma berpikir karena keren dan karena nggak tahu siapa yang bakal jadi KaPro, tapi saya menjadi KaPro karena saya ingin. Dan biasanya, untuk suatu pekerjaan yang saya dapatkan karena saya pengen, sifat perfeksionis dan workaholic sejati saya akan muncul fufufu. Jadi sebisa mungkin saya akan total mengurus CCE tersayang. Semoga setahun kepengurusan ini berjalan lancar. Semoga CCE tahun ini bisa jadi lebih baik dari yang sebelumnya ya =)

Share:

0 comments