Jadi Orang Jakarta Sehari

by - Desember 31, 2011

Maybe this sounds weird for you, tapi meskipun saya sering ngebolang di Jakarta, actually nggak banyak tempat selain mall yang saya jelajahi. And worse, saya bahkan belum pernah naik bus selain feeder trans kemang. Okey, pernah sekali busway dari UAI ke Raplaz (cuma sejengkal) dan naik mayasari bakti dari JDC ke Plangi (sejengkal juga). Saya nggak pernah berangkat dari Bekasi ke Jakarta ngebus kaya si Nenek Hanna yang berkat diajarin temen kuliahnya jadi bisa ngebolang pake bus in this 'big durian'. Jadi kemarin, meskipun tujuannya mall lagi karena Nenek dikejar waktu presentasi, tapi saya cukup merasakan sedikit 'petualangan'. Here's the story.

Halte Bus di deket Bekasi Square. Menunggu Bis Patas AC 29 Bekasi-Kali Deres. Alhamdulillah 15 menit nemu si bis lalu duduk cantik sampai ke depan MTA.

MTA. Hal pertama yang kami lakukan adalah makan. We decided to eat sushi and i eat this delicious salmon-something (lupa namanya apa).

Sebenarnya satu porsi isinya 8, sudah saya makan 2 :p
Beres makan, dengan kecepatan tinggi kami yang lupa bawa kaos kaki untuk main ice skating langsung ngibrit ke sale-nya Sox Galeri, lalu ngantri tiket ice skating. Meskipun skyrinknya cukup crowded, kami nggak peduli karena udah ngidam banget main ice skate. Begitu sampai di depan antrian...... ukuran sepatu 36, 37, 38, 39 habis.

Dengan harapan setengah jam kemudian setelah skyrink dibersihin ukuran sepatu bakal ada, kami muter-muter dulu baru balik ke skyrink. Begitu sampe: antriannya panjang bangeeeet! Omg. Sementara di dalem juga masih banyak banget orang. Kemungkinan dapetin sepatu 0%. Jadilah kami pulang tanpa main ice skate, tapi sempet merasakan hawa dinginnya doang waktu duduk-duduk di lantai 4 (sambil miris ngeliatin orang-orang main). Jadi... si kaos kaki yang kami beli itu useless. Ah, sedih.

Kaos kaki. Udah merasa hebat beli kaos kaki murah nggak mahal kaya di skyrink, dan ternyata malah nggak kepakai.

Perjalanan pulang. I got some pictures, dari sini saya bakal jelasin perjalanan pulang macam apa yang kami lewati. Sebenernya sih nggak heboh-heboh amat, but at that time terasa sangat sensasional, secara kondisinya di kota Jakarta yang polluted. Kalo ngitung partikulat di muka saya mungkin lebih banyak dari partikulat di kertas pengumpul debu yang saya pakai buat praktikum Labling.

1 kiri atas, 2 kiri bawah, 3 kanan atas, 4 dan 5 kanan bawah
1. Menyebrangi jembatan penyebrangan. Waktu itu kami nggak tahu harus menunggu bisnya di bagian mana, karena nggak tahu si bis bakal masuk jalur tol langsung apa masih melipir di jalur non-tol.

2. Foto MTA dari halte pertama tempat kami menunggu bis.

3. Halte bis kedua (apa ketiga ya?). Halte bis pertama letaknya sebelum pintu masuk tol, kami takut bisnya masuk jalur tol dan kami jadi nggak bisa naik. Di halte ini bis yang kami tunggu akhirnya dateng! Tapi menyebalkan sekali dia udah di jalur kanan, dan kami kira dia mau langsung masuk tol, taunya malah lurus terus! Shit meen, masa iya harus lari ngejar-ngejar. Keneknya juga nggak ngeberhentiin si bisnya pula. Akhirnya bis itu pun berlalu dan kami harus menunggu bis berikutnya.

4. Gerombolan bocah nyegat truk. Kalau nyegatnya di jalan sepi sih wajar ya, ini nyegat rame-rame kejalan gitu loh. Ebuset. Saya sama nenek panik sendiri ngeliatnya, takut ada yang ketabrak atau apa. Nggak lama setelah anak-anak itu berhasil 'menjajah' truk, datanglah polisi yang menertibkan supaya anak-anak itu duduk dengan benar dan nggak membahayakan diri mereka sendiri sepanjang perjalanan.

5. Universitas Tarumanegara. So how did we get here? By foot, actually. Tanpa disadari, saya dan nenek jalan dari MTA sampai UNTAR untuk mengejar bis idaman! Nggak ngerti kenapa kami nggak bisa diem nunggu. Habis nggak selalu menepi ke halte gitu bisnya. Jadi kami memutuskan jalan 'sedikit' lagi daaaan sampailah di depan UNTAR. Untungnya nggak lama setelah kami sampai, bisnya dateng! Alhamdulillaaaaah. Sejam lebih nungguinnya bok.

Bis ke Kampung Rambutan yang nggak jadi dinaikin karena di belakangnya ada bis yang ke Bekasi

Jadi hari ini pun berakhir dengan perjalanan pulang menunggu bis satu jam lebih dan kemudian berdiri di dalem bis satu jam lebih juga, sampai akhirnya touchdown Bekasi. First experience. Seru sekaligus bikin kepikiran macem-macem terkait sama kebiasaan orang Jakarta ini. Seperti misalnya, orang Jakarta itu pake transportasi umum kok. Buktinya hampir semua transportasi umum di Jakarta selalu penuh, meskipun kondisinya nggak nyaman. Kalau mau nyuruh orang nggak pakai mobil pribadi dan pake transportasi umum, saya jadi mikir juga: memangnya cukup transportasi umumnya? Dan hal-hal semacam itulah, dengan jadi orang Jakarta sehari, lumayan jadi bisa tahu apa aja masalah kota yang banyak penduduknya udah nggak nyantai ini.

And that's the end of the story. Big big thanks to Nenek Hanna yang mau meluangkan waktunya buat saya meskipun malamnya harus presentasi di Depok! xoxo

You May Also Like

1 komentar

  1. Kakak Kakak, ini Dea ya Kak 8D
    Hihihihi bener-bener berpetualang ya kemaren

    BalasHapus