When You're Grey and Old

by - Januari 21, 2012

Beberapa hari yang lalu saya diantar pulang sama keluarga dan eyang saya ke Bandung. Waktu itu secara random kami memutuskan mencari ruman Nini sepupunya eyang yang ada di Jalan Raden Patah. Sebenarnya sih kami sudah tau lokasinya di Jalan Raden Patah No.41, semacam mini kompleks punya UNPAD. Tapi kami nggak tahu blok rumahnya.

Setelah tanya sana-sini, kami akhirnya menemukan rumah Nini, No.41 E. 
Waktu eyang masuk, Nini sempet lupa.
"Saha?"

Saya sempet takut Nini udah pikun atau apa jadi nggak inget sama eyang. Alhamdulillah akhirnya Nini inget, dan mereka berdua langsung heboh berpelukan dan cerita-cerita layaknya ibu-ibu arisan jaman sekarang. Well, layaknya saya dan teman-teman SMA saya kalau udah lama nggak ketemu.

Satu hal yang saya dan adik saya tangkap dari percakapan mereka adalah bagaimana mereka menanyakan kabar teman-teman seangkatan mereka dan ketika mereka menyebutkan nama-namanya, yang terdengar adalah seperti ini:
"Kang X teu aya, Si A teu aya, Si B teu aya, Si C teu aya..."

Lalu Nini bilang sama saya, "Susah nih nyari temen seangkatan sekarang, makanya eyang kamu sering-sering kesini aja."

Sedih nggak sih? Saya selama ini not pay attention kalau eyang mungkin kesepian. Not like me yang masih seneng-seneng dan punya banyak temen, temen eyang kebanyakan udah nggak ada. That's why she looked so happy when she met Nini. Mungkin itu juga alasannya eyang suka nanyain cucu-cucunya lagi pada dimana dan pengen mereka nginep dirumahnya. Because she feels lonely :(

Buat kalian yang juga masih punya eyang, jangan sombong-sombong yah. Sesekali cobalah telpon, atau kalau deket ya mampir sebentar juga nggak apa-apa. They must be happy. And trust me, membuat orang lain bahagia adalah kebahagiaan terbesar yang bisa diperoleh manusia :)

You May Also Like

0 komentar