Kebahagiaan Itu Perspektif


Saya tipe orang aneh yang suka penasaran sama hal-hal yang mungkin nggak dirasa penting sama orang lain. Salah satu hal yang mungkin ‘nggak penting’ tapi menjadi perhatian saya adalah tentang kebahagiaan.

Ada yang bilang, kebahagiaan itu adalah perasaan ketika apa yang kita inginkan sesuai dengan apa yang kita dapatkan. Ada juga yang bilang, “happiness is a state of mind”, kita lah yang membentuk pemikiran apakah kita bahagia atau tidak.

Saya pernah membaca sebuah buku berjudul “The Geography of Bliss” yang isinya tentang Eric Weiner, seorang jurnalis yang mencari bentuk dan definisi kebahagiaan di berbagai belahan dunia. Dari buku ini saya sadar bahwa kebahagiaan itu bebas. Dia bisa abstrak, bisa konkrit. Dia bisa sempit, bisa juga luas. Dia bisa mahal, bisa murah. Dia bisa terlihat kecil di mata seseorang tapi bermakna besar bagi orang lain.

Bagi saya, kebahagiaan itu perspektif. Andaikan saya berada di satu ruangan, kemudian saya mendefinisikan kebahagiaan itu sebagai bantal, maka bantal itu akan menjadi sebuah titik hilang dalam ruangan tersebut. Fokus saya hanya satu. Saya tidak akan pernah bahagia sebelum mendapatkan bantal.

Padahal, di sisi kanan-kiri bantal itu juga ada guling, boneka, spring bed, dan aneka pilihan lainnya yang sebenarnya mungkin saja memberikan kebahagiaan lebih besar untuk saya daripada bantal yang saya idamkan. Tapi tentu saja saya tidak melihat mereka. Definisi kebahagiaan ideal saya bukan mereka.

Coba lihat kata “ideal”: definisi yang kita buat seringkali malah membatasi kebahagiaan kita. Sebuah perilaku keras kepala yang sebenarnya menyusahkan diri sendiri. Mungkin, ketika saya bergerak mendekati bantal itu, ternyata si bantal tidak seempuk kelihatannya. Mungkin ternyata sudah ada bagian bantal yang sobek, berdebu, dan tidak nyaman lagi untuk digunakan. Jadi, definisi kebahagiaan macam apa yang malah dipaksakan padahal sudah tidak nyaman?

Kebahagiaan itu sebaiknya memang tidak didefinisikan atau dicari. Menurut Eric Weiner, semakin kita mencari kebahagiaan, maka semakin sulit menemukannya. Biasanya, justru hal-hal yang muncul tanpa kita kira malah akan memberikan kebahagiaan lebih besar. Coba nikmati segala sesuatu yang terjadi, dari hal-hal yang paling kecil sekalipun. Buka mata lebar-lebar dan perhatikan baik-baik. Maybe you’ll find your own happiness somewhere you never thought before.

Share:

1 comments