Konsultan/Analis Hubungan Manusia

04.47.00




Nama: Anissa Ratna Putri
Jurusan: Teknik Lingkungan
Keahlian: Menganalisis Hubungan Manusia

Agak menyimpang dari jurusan yang saya geluti saat ini, akhir-akhir ini saya kembali menggeluti profesi lama saya jaman SMA - konsultan dan analis hubungan manusia a.k.a tong curhat. Sebenarnya profesi ini menarik banget, bukan karena saya punya segudang solusi untuk diberikan pada mereka-mereka yang bermasalah, tapi karena saya jadi bisa mengenal banyak karakter orang. And so it happenned that my boyfriend have another name called Dito Romansa Cinta, bisa dibilang karena dia punya keahlian yang sama dalam hal analisis ini :p Jadi hobi kami adalah menganalisa hubungan orang, ya orang-orang yang curhat sama kami. Bukannya ngegosip ya, maaf-maaf aja.

Jadi ketika lo mengambil sebuah resiko untuk berada dalam sebuah kondisi yang disebut 'relationship', entah itu pacaran, htsan, atau apapun jenis hubungan yang sejenis, menurut analisis Madam Ica, ternyata banyak banget kemungkinan jenis hubungan yang bakal lo jalani. Misalnya,

1. Mereka yang hubungannya normal banget, sweet banget nggak, cuek banget juga nggak. Kadang berantem nggak penting, tapi overall hubungan mereka mulus-mulus aja.

2. Mereka yang hubungannya sweet banget, setiap hari ketemu, setiap anniversary bulanan ngasih kado, protektif terhadap satu sama lain, can't live without each other.

3. Mereka yang hubungannya awet banget, bedanya sama yang normal banget adalah mereka lebih banyak makan asam garam kehidupan, ada masalah besar, masalah kecil, segalanya nampak sudah dihadapi dan mereka masih terus bersama. Pasangan macam ini biasanya cukup visioner, bisa dikatakan rencana masa depan mereka berdua sudah tersusun rapi. Kapan nikah, akan punya rumah dimana dan seperti apa, punya hewan peliharaan apa, ya hal-hal semacam itulah.

4. Mereka yang dalam hubungannya berperan sebagai partner-in-crime. Bukan, mereka bukan penjahat. Mereka ini punya hobi yang sama, atau kesamaan-kesamaan yang terlalu banyak sehingga   mereka terlihat asik dalam dunia milik berdua, melakukan hobi-hobi mereka itu. Bisa dikatakan mereka terlihat lebih mirip pasangan sahabat daripada pasangan yang pacaran.

5. Mereka yang hubungannya long distance, yang memaklumi pasangannya lagi sibuk di kampus, yang menelpon di tengah malam, yang bisa menyebut kangen sebagai salah satu kosa kata paling sering diucapkan, yang punya segudang cerita setiap saling tatap muka. Biasanya hubungan macam ini agak lebih awet, tergantung karakter orangnya. Yang jelas, saya memasukkan kategori orang-orang berlapang dada dan punya tingkat ketabahan serta daya juang tinggi ke dalam kategori ini. Bukan mereka yang sering marah-marah 'kok kamu sibuk terus sih nggak pulang-pulang?' Itu sih sebulan juga putus.

6. Mereka yang hubungannya upside-down kaya rollercoaster. Hari ini bahagia, besok ada masalah A, lusa udah saling memaafkan, ehhh lusanya lagi berantem gara-gara masalah B. Orang-orang di dalam hubungan ini biasanya punya masalah dalam kontrol emosi, kontrol mood, ketidak konsistenan (bahasa hmtl nya: "kurang integritas"), atau memang tidak bersama dengan orang yang tepat. Atau mungkin memang dikasih banyak masalah sama Yang Diatas supaya banyak makan asam garam kehidupan. Biasanya pasangan ini kalau masalahnya beres langsung hura-hura. Mungkin mereka punya motto 'Work hard Play hard'.

7. Mereka yang hubungannya ada udang di balik batu. Mereka bahagia-bahagia aja sih, tapi dibalik itu mereka saling menebak-nebak pemikiran dan pendapat pasangannya karena mereka nggak pernah saling terbuka. Kebanyakan kondisi yang diketahui adalah asumsi. Bisa dikatakan, jiwa mereka agak plegmatis terhadap satu sama lain. Entah karena ingin menyenangkan pasangannya atau karena karena nggak ingin hubungannya berakhir.

8. Mereka yang hubungannya nggak jelas, yang nggak bisa menganalisa perasaan sendiri, yang nggak tahu apakah jalan yang mereka pilih untuk bersama pasangannya sekarang adalah pilihan yang tepat, yang mencoba maju satu dua langkah tapi nggak pernah bisa keluar dari zona nyaman. Hubungan semacam ini agaknya berbahaya karena bisa memberikan akhir yang tidak enak, dimana salah satu akhirnya meninggalkan yang lain, bisa dengan kata berpisah bisa juga tidak sama sekali. People with this kind of relationship, please be prepared.

9. Mereka yang menjajaki perjalanan menuju hubungan yang bahagia, kemudian kandas di tengah jalan. Kata menjajaki disini bisa diinterpretasikan sebagai 'belum pacaran', tapi ya sudah tinggal disenggol dikit lagi sebelum akhirnya jadian. Sayangnya, mungkin arah senggolannya salah, jadi instead of jadian, hubungan mereka malah kandas. Banyak kemungkinan dari kondisi ini, misalnya mungkin nggak dapet chemistrynya. Atau mungkin salah satu pihak merasa nggak dapet sinyal, padahal menaranya sudah memancarkan sinyal sedemikian kuatnya. Entah memang tidak berjodoh atau usahanya kurang, Tuhan yang tahu.

10. Mereka yang taaruf kemudian langsung menikah. Atau mereka yang tidak diduga secepat itu akan menikah. Sekarang lagi ngetrend nikah muda, btw.


Sebenarnya banyak banget kemungkinan jenis hubungan antar manusia dalam percintaan. Dan dari jenis-jenis hubungan di atas, mungkin hubungan lo masuk ke lebih dari satu kategori. Mungkin juga hubungan lo mirip kategori A tapi deskripsinya nggak segitunya juga sih. Well, you define your own relationship. Orang boleh menilai dan menganalisis, lo yang tahu seperti apa hubungan kalian. Whatever it is, just enjoy every moment you spend in your relationship. It maybe precious someday.

You Might Also Like

0 comments