The Babs

by - September 09, 2016

Pernah punya teman yang entah bagaimana bisa temenannya? Buat saya itu adalah The Babs. Beda kampus, beda jurusan, beda domisili, tapi bisa main dan klik bareng-bareng. Kalau mau ditelusuri, awalnya kami berteman karena sama-sama anak rantau yang ditampung di sebuah rumah di Margawangi, Bandung. Saya, Sashia, Esti dan Ikim sering menginap di rumah Winny, kadang Ria ikut nimbrung. Sering pesan nasi goreng Mang Jangkung atau bakso Mang Salim bareng. Begadang cerita-cerita problematika hidup atau leyeh-leyeh seharian, yang penting melarikan diri bersama sejenak dari kenyataan.

Tapi satu hal yang membuat berteman dengan The Babs itu 'beda' adalah karena orang-orang ini suka banget ngasih surprise (atau lebih tepatnya suka banget ngerjain orang). Waktu masih kuliah, sering banget ada adegan kasih tepung, kasih telor, dan kasih-kasih lainnya di momen ulang tahun. Saya sendiri kena 3x.


Didandanin sebelum ditepungin, September 2013
Setelah lulus dan punya kesibukan masing-masing, saya pikir sesi surprise ala ala ini sudah berakhir. Ternyata, meski jauh di Kyoto, saya masih kena surprise oleh Sashia berupa tag foto aib saya didandanin badut tahun 2013! Astaga memang ya hidup deg-degan banget temenen sama The Babs ini. Udah jauh-jauh ke Kyoto masihh aja dihantui aib jaman dahulu.



Di umur seperempat abad ini, saya bersyukur The Babs nggak bosan memberikan surprise buat saya. Alhamdulillahnya kali ini surprisenya lebih 'beradab', berupa dekor cantik rancangan Sashia dan Ikim di bojok restauran Double U Steak, Bekasi. Meskipun tetep kana semprot plus dikasih kacamata dan tiara glow in the dark (mereka nggak bisa ngeliat saya cantik kayanya).



Terima kasih The Babs, for being my supporting system when I am down, my ears when I need to share, and my clown when I need a laugh. Semoga kita nggak pernah bosan ngasih surprise satu sama lain sampai nenek-kakek ya!



You May Also Like

0 komentar