Waste4Change

by - Mei 04, 2015

Setelah selesai kuliah, seperti kebanyakan mahasiswa baru lulus, saya mengalami dilema kemana saya harus meneruskan jalan hidup. Lanjut S2? Kerja 9 to 5? Proyekan jadi asisten dosen? Pilihan-pilihan yang sulit.

Awalnya, di awal tahun terakhir kuliah, saya dengan yakinnya bertekad selepas lulus akan cari kerja supaya bisa membantu pemasukan keluarga. Karena itulah saya tidak memilih untuk ikut program fast track - meskipun ada alasan lainnya juga sih. Tapi setelah saya menyelesaikan skripsi, entah kenapa saya malah merasa belum puas. Rasanya masih banyak hal yang ingin saya pelajari. Rasanya dengan kapasitas saya yang sekarang, saya belum bisa melakukan banyak hal karena keterbatasan ilmu dan pengalaman. Saya pun tertarik untuk mendaftar S2.

Setelah tekad mendaftar S2 ini sudah bulat, universitas dan jurusan sudah dipilih, saya pun mencoba mencari peluang kerja selama setahun ke depan yang sekiranya akan memberikan saya pengalaman kerja di bidang yang saya sukai dan di bidang yang akan saya teliti nantinya. Lalu bertemulah saya dengan Waste4Change.

Waste4Change sendiri belum resmi saya kenal sebagai 'Waste4Change' saat saya mendaftar sebagai calon karyawan. Saya mengenalnya sebagai bagian dari Greeneration Indonesia. Karena pendirinya, Kak Sano, adalah alumni Teknik Lingkungan ITB, dan juga pendiri U-green, unit lingkungan yang saya ikuti di ITB, jadi saya cukup familiar dengan lembaga ini. Greeneration Indonesia adalah lembaga yang fokus mengembangkan environmental awareness melalui berbagai media: promosi penggunaan shopping bag untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, edukasi dan kampanye lingkungan melalui film dan kegiatan-kegiatan lingkungan lainnya, serta memberikan solusi pengelolaan sampah bertanggungjawab.

Alasan saya mendaftar saat itu karena mereka sedang membutuhkan Project Officer untuk sebuah proyek bertema Extended Producer Responsibility. Ini topik yang saya banget! Saya pun mendaftar dan ternyata kemudian berjodoh dengan Waste4Change selama satu tahun.

Ketika saya baru masuk, Waste4Change sedang mencari 'bentuk' nya. Walaupun sudah menerima jasa konsultasi selama sekitar 2 tahun di bawah nama Greeneration Indonesia, sah nya Waste4Change sebagai PT sendiri baru terjadi pada 2014. Jadi saat itu saya menjadi salah satu saksi bagaimana Waste4Change membagi divisinya, bagaimana Waste4Change mencari staf, bagaimana Waste4Change mencari dan mengelola klien, di awal masa-masa pengembangannya.

Bekerja di perusahaan start-up bagi saya menjadi sebuah nilai tambah, selain daripada tujuan saya bekerja dan belajar soal dunia pengelolaan sampah. Di Waste4Change, saya belajar tentang dasar konsep bisnis, cara riset pasar, manajemen proyek, membina relasi dengan klien, membina relasi dengan komunitas, how to deal with your spontaneous boss, how to keep calm di keadaan hectic atau chaos, dan tentunya belajar tentang isu-isu pengelolaan lingkungan, khususnya persampahan. Saya juga kenalan sama konsep value-based pricing yang menurut saya menarik banget untuk diexplore lebih jauh. Juga kenalan sama berbagai aplikasi untuk memudahkan pekerjaan khususnya untuk pekerja dari remote area: Todoist, Google Drive, Box, Evernote, dan aneka apps lainnya. Thanks to Izul, Master of Apps!

Melalui Waste4Change, saya juga bertemu banyak lembaga dan relasi yang menarik. Bertemu berbagai relasi ini membuka mata saya bahwasanya sudah ada pihak-pihak yang concern pada isu lingkungan. Tidak hanya business-as-usual, they want to conduct a sustainable business in which economies, environment, and social value are integrated. Saya salut dengan para pelaku bisnis di Indonesia yang menjadi pelopor-pelopor dan 'mau bergerak' ini.

Bersama berbagai relasi Waste4Change setelah Upcycle Fashion Show di Jakarta Fashion Week 2015
Selain itu, saya juga bertemu pribadi-pribadi yang mau bergerak untuk lingkungan Indonesia yang lebih baik. Teman-teman saya di Teknik Lingkungan dulu, jangan dikira semuanya cinta lingkungan banget, ya. Justru melalui komunitas Pasukan Bijak Sampah yang dibentuk Waste4Change, saya bertemu orang-orang yang peduli, mau belajar, dan mau ambil bagian untuk solusi masalah persampahan di Indonesia.

Bersama Pasukan Bijak Sampah di Jakarta Fashion Week 2015
Bukan berarti, bekerja di Waste4Change saya senang-senang terus (meskipun sebagian besar memang iya sih). Sebagai staf bidang Strategic Service yang lebih fokus ke jasa konsultasi dan kampanye, saya tidak harus ke kantor setiap hari. Dulu saya lebih banyak menghabiskan waktu 'di jalan'. Mobilisasi saya cukup tinggi selama bekerja di Waste4Change. Hari ini meeting sama klien A, lusa pitching ke klien B, minggu depan training perusahaan C, dan sebagainya (sok sibuk banget). Saya bisa kerja di mana saja dan kapan saja. Hal ini kadang menjadi sesuatu yang bagus, tapi kadang juga menjadi bumerang kalau sedang padat-padatnya kerjaan. Meskipun saya selalu berusaha membatasi diri supaya nggak kerja 24/7 (ajaran mantan bos yang juga nggak mau kerja 24/7), tapi orang-orang yang kenal saya pasti tahu kalau saya sudah passionate mengerjakan sesuatu, saya susah berhenti. *CyborgmodeON* Untungnya, partner-partner kerja saya di Waste4Change adalah orang-orang yang selalu siap mendukung satu sama lain - meskipun sejatinya masing-masing juga punya kesibukannya sendiri. Glad to know you, guys! Thank you for being such a fun and nice work partner to me.


Melalui postingan blog ini saya juga mau mengucapkan terima kasih untuk Kak Sano dan Paola, untuk berbagai sharing pengalaman, sharing pengetahuan, dan sharing kerjaannya :p Such a pleasure to work with you both.

Terima kasih ya, Waste4Change!

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Waste4Change adalah kewirausahaan sosial yang memberikan solusi terhadap permasalahan sampah, dengan prinsip perubahan perilaku dan pengelolaan yang bertanggungjawab. Misi Waste4Change yaitu untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang bertanggungjawab atas sampahnya. Empat inti usaha Waste4Change yaitu:
Consult - Membantu berbagai pihak yang ingin memahami dan memperbaiki pengelolaan sampahnya melalui riset, studi kelayakan, dan edukasi 
Campaign - Mengampanyekan isu persampahan dan mengedukasi masyarakat melalui program Event Waste Management: Bijak Kelola Sampah bersama komunitas Pasukan Bijak Sampah
Collect - Memfasilitasi pengelolaan sampah yang bertanggungjawab melalui penyediaan tempat sampah terpilah dan pengangkutan sampah terpilah secara terjadwal untuk wilayah Jabodetabek
Create - Memroses sampah yang terkumpul di Rumah Pemulihan Materi dan memastikan sampah yang masih bernilai dapat diproses menjadi produk baru melalui recycling maupun upcycling 

Visit Waste4Change at: 
Website www.waste4change.com
Twitter www.twitter.com/waste4change


You May Also Like

0 komentar