Sweet Memories from Muara Badak

08.50.00

Satu bulan kerja praktek di perusahaan migas yang beroperasional di Muara Badak, Kalimantan Timur ini memberikan banyak banget pengalaman, pengetahuan, dan juga kenalan baru. Beberapa hal yang bakal dikangenin adalah:

1. Kamar C2 dan 4 penghuni lainnya
Di perusahaan ini, saya disediakan sebuah kamar untuk stay selama satu bulan. Satu kamar ini memuat 3 tempat tidur bertingkat, jadi muat buat 6 orang. Satu bulan disana saya habiskan sekamar bareng Anggi, Tifany, Meska, dan Sabrina. Selama di sini ada rutinitas alarm banana, alarm rihanna, alarm Sabi yang kecil-kecil annoying, ngantri mandi pagi-pagi, boboci, dan box office night. Dan kami berlima juga tau aib masing-masing selama tidur hahaha, dari tendangan sepak bola sampai mengigau dan gaya tidur sarang hamster :p

Penghuni  C2   

2. Mess hall dan makanan enak
Selain disediakan kamar, saya juga disediakan akomodasi makan pagi-siang-malam. Ruang makan bersama untuk semua penghuni Badak Camp disebut Mess Hall. Disini ada prasmanan makanan berat, dessert, es krim, you name it. Nggak heran kalau seminggu-dua minggu makan disini bisa nambah berat lima kilo. Eh, bukan saya loh yang nambah lima kilo, tapi orang-orang yang menetap disini bilangnya begitu. Kalau tinggal di Badak Camp tapi berat badannya nggak nambah, katanya KP nya gagal .__.

3. Departemen HSE
Selama kerja praktek, saya ditempatkan di departemen ini. Departemen HSE berisi sekitar 30 orang, yang semuanya baik dan ramah. Pembimbing saya alumni TL 2003, pembimbing dua teman saya lainnya alumni TL 2004. Orang-orang di departemen ini seru semua, sukanya makan dan ngemil. Hampir setiap pagi dan sore ada kue dari Mess Hall atau gorengan. Pulang kerja kadang juga suka makan di luar atau delivery ke kantor. Gara-gara hobi mereka makan ini saya Anggi dan Tifany yang KP disini sampe kepikiran pengen ngasih Red Velvet Cake biar mereka bahagia :'>

Tifany, Anggi, Saya dan Kak Yunia, alumni TL 2004

4. Barokah & Mini Bar
Berkat sekamar sama Ratu Cemilan Sabrina Metra, kami penghuni C2 ketularan suka ngemil. Kami sampe punya Mini Bar yang isinya cemilan hasil borong di Barokah. Barokah itu sendiri sebenarnya adalah sebuah toko serba ada dan serba lengkap langganan kami yang meskipun jauh banget kalau jalan kaki tetep dibelain kesana demi mendapatkan sebutir cemilan. Meskipun di papan namanya bukan Barokah, kami tetap memanggil toko ini Barokah. Mungkin mbak-mbak penjualnya udah bosen melihat kami yang selalu update cemilan minimal seminggu sekali.

Mini bar dan cemilannya

5. Rig dan Kehidupan Keras di Lapangan
Namanya kerja praktek, pastinya kami nggak office day terus dong. Selama disini saya udah keliling rig, dari Apexindo Rig 5 sampe Rig 9 di Semberah yang jalanannya naik turun dan nggak cocok buat orang mabok darat. Terus saya juga berkunjung ke Waste Plant, dimana ada incinerator dan Sludge Treatment buat mengolah limbah-limbah dari drilling dan produksi. Ada juga CBA (Central Bioremediation Area), TPS B3, Water Treatment Plant, dan tentunya Plant tempat produksi minyak dan gas.


Nah kenapa judul di atas agak lebay, intinya saya cuma pengen mention kalau buat cewek, survive di lapangan - terutama rig - itu sesuatu banget. Secara isinya cowok semua bok. Cewek disana bagaikan barang langka atau artis lewat yang meskipun pakai coverall PNS yang bikin seret jodoh tetep diliatin juga. Selain itu kehidupan keras digambarkan lewat keberadaan hewan-hewan hutan disekitar lokasi operasional yang harus membuat kita ekstra berhati-hati. Contoh, di TPS B3 ada orang utan, bekantan, kobra. Di daerah Nilam ada buaya dan di daerah plant ada papan peringatan hati-hati ular, tawon (raksasa) dan kelabang. Huft. Kehidupan di lapangan juga akan terasa agak keras kalau kalian nggak belajar dulu. Banyak banget istilah-istilah migas yang perlu saya pelajari, karena basicnya bukan anak Minyak macam si Sabi. Tapi seru sih pastinya dapet pengetahuan dan pengalaman baru :)


Saya di rig dengan segala peralatan safety.
Lebih terlihat seperti kombinasi PNS dan Ian Kasella daripada pekerja lapangan.

6. Bebek Rica-Rica
Bebek yang tidak terlihat seperti bebek ini pedesssss banget. Pertama dikenalin sama Kak Yunia, kami ketagihan dan akhirnya jadi sering kesini sampe si ibu hafal. Sabi bahkan pernah bungkus ayam dan bebek rica buat jadi cemilan jam 3 pagi. Meskipun bikin perut perih dan panas, bebek ini tetep bikin nagih.

The Legendary Bebek Rica-Rica

7. Geng anak KP
Selama satu bulan kerja praktek, saya satu term sama 9 orang: Anggi, Tifany, Sabrina, Yudha, Riki, Baqir, Meska, Jones, dan Khoir. Geng anak KP ini biasanya jalan keluar malem, dari mulai nyobain Pasar Malam yang kaya Gasibu + Pasar Simpang (instead of pasar dengan aneka mainan macam bianglala) sampe makan bakso bareng. Sayangnya Riki dan Baqir keburu pulang sebelum kami sempat foto full team :(



8. Pemandangan cantik Muara Badak
Muara Badak itu cantik banget. Kalau siang hari cerah, langitnya bersih dan ada awan-awan bagus yang kata Tifany kaya gulali. Kalau malam hari, dengan bantuan cahaya dari flare stack, ada gradasi kemerahan ke hitam ditambah dengan bintang-bintang super banyak. Kadang ada "aurora" sebutan saya buat langit peralihan dari sunset ke malam hari yang gradasinya putih-hijau-hitam. Subhanallah banget pokoknya. Perjalanan dari Muara Badak ke arah Samarinda lebih subhanallah lagi. Saya mengalami sunset dan sunrise di jalan yang dua-duanya bagussss banget. Sayangnya hanya bisa dinikmati di mobil sembari lewat :'( Lain kali kalau udah bisa ngebolang sendiri, pengen kesini lagi dan menangkap semua momen cantik itu lewat kamera!

You Might Also Like

0 comments