Kereta





Belajar dari seseorang, ketika lo memiliki keterbatasan waktu, dana, izin, atau apapun, lo selalu bisa memenuhi keinginan lo dengan versi paling sederhana sekalipun.

Saya ingin sekali naik kereta dan jalan-jalan melihat tempat-tempat baru. Versi 'mewah'nya, saya bisa aja ngotot pergi ke Malang sama teman-teman saya. Tapi saya tahu saya stay di Bandung bukan semata-mata karena nggak dapat izin dari orang tua saya, tapi karena satu dan lain hal yang tidak bisa saya tinggal. Jadi, kenapa nggak mencoba versi sederhananya?

Dari dulu orang tua saya ingin mengajak saya naik kereta Jakarta-Bandung. Jadi saya mencobanya, naik kereta Bandung-Jakarta. Dan ternyata pemandangan di perjalanan pun nggak totally sama seperti di Cipularang. Kalian yang naik travel, pasti nggak pernah liat air terjun sebagai pemandangan di jalan kan? Oh well, toh kalau naik travel, mostly people will sleep dan nggak peduli sama kanan kirinya.

Setelah perjalanan yang awalnya indah kemudian berganti jadi realita Jakarta dan sekitarnya (pemukiman kumuh, gedung-gedung yang mepet sama rel sampai saya takut nyerempet gedung itu), orang tua saya mengajak saya ke Istiqlal. So finally I entered the biggest mosque in Indonesia. Here's the prove.


Memang mungkin nggak sepuas itu, nggak sesensasional itu, nggak semenarik itu. Tapi lagi-lagi, dari seseorang, saya pernah belajar untuk menghargai dan menikmati kebahagiaan yang berasal dari hal-hal kecil, sederhana, dan nggak penting. Thank you for taught me the lesson, sampai sekarang saya selalu mengingat pelajaran itu setiap merasa kesal dan nggak puas sama apa yang saya dapat.

Share:

0 comments