Postcrossing

by - Maret 18, 2015

Sewaktu tingkat akhir kuliah dulu, beberapa teman satu jurusan saya asik dengan hobi kirim-kirim kartu pos dari sebuah website bernama postcrossing. Saya pun penasaran, seperti apa sih cara kirim-kirim kartu pos ini, kok kayanya asik?

Selepas lulus kuliah, saya mencoba buat account postcrossing. Membeli beberapa postcard di Periplus. Meminta alamat dari website postcrossing, waktu itu dapatnya 4 ke Russia dan 1 ke Jerman (sekali kirim maksimal 5 kartu buat newbie). Saya nggak pernah mengabadikan kartu pos yang saya kirim (entah kenapa... sekarang menyesal), tapi saya selalu scan kartu pos yang saya terima.

Ini 5 kartu pos pertama yang saya terima:

Kartu pos dari ki-ka: Taiwan, USA, Belanda, Jerman, Australia


Seperti apa sih cara kerja postcrossing ini?
Pada dasarnya, kamu bisa mengirim dan menerima kartu pos ke siapa saja di seluruh belahan dunia, selama orang itu juga memiliki account di website postcrossing. Ketika kamu mau kirim kartu pos, kamu bisa request address ke website postcrossing, kemudian kamu akan menerima alamat secara random, katakanlah kamu dapat alamat si X. Untuk setiap kartu pos yang kamu kirim, alamat kamu akan diberikan kepada orang yang juga ingin mengirim kartu pos, sehingga kamu juga akan menerima kartu pos dari orang lain, katakanlah si Y.

Ketika kartu posmu sudah sampai di alamat si X, si X akan mengabari kamu dengan mengirimkan message ke e-mail mu. Bagaimana si X bisa mendeteksi kalau kamu yang mengirim kartu pos itu? Dengan memasukkan PostcardID yang wajib ditulis setiap orang yang mengirim kartu pos. Karena, di kartu pos kan nggak ada alamat dan identitas pengirimnya. Jadi ketika kartu pos sudah sampai, interaksi si pengirim dan si penerima akan difasilitasi oleh website postcrossing melalui sistem ID dan kirim message

Jadi ini bukan balas-balasan kartu pos macam sahabat pena gitu. Kamu akan kirim kartu pos ke si X dan akan dapat kartu pos dari si Y (orang yang berbeda). Kecuali kamu tertarik untuk direct swap (tukar menukar kartu pos berdasarkan keinginan si pengirim dan si penerima, tidak difasilitasi website postcrossing). Saya saat ini sedang direct swap dengan orang jerman yang ternyata juga punya ketertarikan dengan budaya jepang dan sama-sama punya mimpi traveling ke suatu tempat untuk melihat suatu hewan (doi pengen ke Greenland, melihat paus - saya pengen ke Kutub Utara, melihat beruang kutub).

Apa serunya kirim-kirim kartu pos?
Saya merasa "kenalan" sama banyak orang dari berbagai negara. Diceritakan tentang seperti apa kota tempat tinggal mereka, seperti apa budaya mereka, atau sesimpel seperti apa hari-hari mereka. Saya juga jadi punya bahan untuk menghias tembok kamar saya dengan pemandangan berbagai negara. Membuat saya "melihat" dunia, meskipun hanya lewat selembar kartu pos saja. Sejauh ini sih, belum ada negara aneh yang nggak saya kenal. Tapi lumayan lah, menambah pengetahuan geografi saya tentang kota apa ada di negara apa. Selain itu, setiap melihat ada kartu pos baru datang, bisa mendadak bikin happy. Minimal bisa senyum dikit di hari-hari suntuk sekalipun :)

Bagi yang ingin melihat koleksi kartu pos saya, sila cek di sini ya: http://senttoindonesia.tumblr.com/

You May Also Like

5 komentar

  1. interesting! might gonna try!

    BalasHapus
  2. yesss! selamat datang di dunia kartu pos ya ca! :-)

    BalasHapus
  3. Wah ica ternyata ikutan postcrossing jg, udah nyobain cardtopost? Aku rima timnya rido di w4c 😁

    BalasHapus
  4. Wah ica ternyata ikutan postcrossing jg, udah nyobain cardtopost? Aku rima timnya rido di w4c 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo rim, apa tuh cardtopost? Baru dengeer hehee

      Hapus