Indonesia Sociopreneur Challenge 2016

by - November 27, 2016

Saya sudah lama punya cita-cita ingin membuat suatu karya bareng Baskoro, teman kuliah saya di Teknik Lingkungan ITB. Kami sama-sama bergelut di bidang pengelolaan sampah sejak tahun terakhir kuliah hingga sekarang: satu pembimbing skripsi, kemudian sekarang sama-sama meneruskan kuliah jenjang berikutnya di Jepang - saya di Kyoto, Bas di Tokyo. 

Suatu hari, saya menemukan poster lomba Indonesia Sociopreneur Challenge (ISOC) 2016 bertemakan "Waste Around Us". Lomba berskala internasional ini diinisiasi oleh Surya University untuk membantu menyelesaikan permasalahan lokal persampahan di kota Tangerang Selatan. Saya pun menawarkan lomba ini kepada Bas, dan langsung disambut dengan baik. 

Kami sempat brainstorming beberapa ide, namun karena kami sama-sama away di Jepang, kami merasa akan lebih baik jika ada satu anggota lagi yang bisa membantu kami melihat dan memahami situasi aktual di Indonesia. Setelah sebut beberapa nama, teringatlah sama Andra, teman kuliah kami yang tinggal di Tangerang Selatan. Andra skripsinya tentang TPA Cipeucang (TPA nya Tangerang Selatan) dan pastinya sudah cukup familiar dengan dunia persampahan. Saat itu yang membuat kami ragu adalah Andra sedang bekerja di konsultan, jadi kami tidak yakin dia akan punya waktu untuk brainstorming ide secara reguler. Ternyata, Andra justru menyambut baik tawaran kami. Andra memang warga Tangerang Selatan panutan yang tidak bosan mengurus sampah kotanya :')

Dimulailah hari-hari kami merancang proyek untuk diajukan ke ISOC 2016. Di ISOC 2016, ada tiga kategori lomba yang bisa dipilih: kategori apps, kategori teknologi, dan kategori kampanye edukasi. Ide yang kami bawa adalah kampanye edukasi berjudul "Creative Recycling Center". Secara singkat, Creative Recycling Center (CRC) dapat dijelaskan melalui video di bawah ini.


Merancang CRC bertiga dari tiga lokasi yang berbeda menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi kami. Tidak seperti lomba sebelumnya di mana saya dapat begadang bareng berdiskusi face-to-face, di lomba kali ini kami harus menjadwalkan meeting via line call atau skype call. Waktunya pun harus disesuaikan dengan jam lowong kerja Andra, jam lowong eksperimen Bas, dan jam lowong saya (saya ngapain ya? oh well). Di luar keterbatasan itu, berkat rahmat Yang Di Atas kami berhasil lolos tahap seleksi satu, tahap seleksi dua, hingga maju ke final 12 besar! 

Tahap final ISOC 2016 berupa bootcamp selama satu minggu di bulan November. Menimbang ketidakpastian kondisi saya dan Bas di bulan November, saat pengumuman lolos tahap 2 di bulan September kami memutuskan Andra yang akan mewakilkan tim untuk menghadiri bootcamp. Panitia ISOC 2016 sendiri memang hanya mengundang 1 orang perwakilan saja, bukan satu tim. 

Persiapan menuju bootcamp, kami bagi tugas: Andra membuat 3D denah bangunan CRC, Bas membuat perhitungan keuangan, dan saya membuat visual konten untuk waste material flow juga layouting slide pitching. Ternyata, setelah Andra belajar sehari di bootcamp, kesimpulan yang diambil adalah: kami masih sangat jauh tertinggal dibanding tim lain, khususnya untuk konsep sociopreneur dari CRC. Jadilah selama satu minggu (21 Nov-25 Nov) saya, Bas, dan Andra diskusi intens untuk mengupgrade proposal kami. 

Melalui diskusi bersama berdasarkan materi yang diberikan Andra dari bootcamp ISOC 2016, saya belajar bagaimana mengkoneksikan kebutuhan warga Tangerang, ide kami, dan realita finansial. Saya jadi belajar tentang marketing: market validation, market size, dsb - hal yang dulu sempat menarik perhatian jaman saya awal-awal jadi strategic service staff di Waste4Change. Saya juga jadi tahu kalau pitchdeck nya AirBnb adalah salah satu pitchdeck paling berpengaruh yang pernah ada. Melalui review-review tentang pitching slide AirBnb, saya jadi menelaah konsep penyampaian ide bisnis seperti apa yang dapat diterima dengan baik oleh pemangku kepentingan. 

Setelah satu minggu yang melelahkan kami bertiga (yang mana Andra pastinya yang paling lelah jiwa raga), akhirnya tibalah waktunya final pitching. Malam sebelum final pitching ini ada drama dimana saya dan Bas tertidur ketika Andra mau diskusi final. Akibat malam sebelumnya tidur pagi, di malam paling akhir malah bablas :''''( Alhamdulillah, Andra tetap berhasil membawakan ide kami dengan baik di pagi harinya. Malam hari setelah pitching, kami dianugerahi gelar runner-up untuk kategori educational campaign non-pelitas.
Foto: Surya Anggara
Melalui posting ini saya ingin berterimakasih pada semua orang yang support kami dalam lomba ini: mereka yang mendoakan, mereka yang memberi saran, dan mereka yang ikut voting di tahap kedua. Thanks a bunch guys! Dan kepada dua teman tim saya, Bas dan Andra, terima kasih. Bas untuk waktunya yang masih ada di antara sidang tesis, eksperimen, dan pacaran. Untuk hitungan finansialnya, untuk ide-ide randomnya, untuk share pengalamannya selama di Bandung CleanAction. Andra untuk waktunya di antara kerjaan kantor dan Angga, untuk kesabarannya bekerja bersama dua orang yang sok sibuk, untuk pengetahuannya tentang Tangsel yang luar biasa, untuk menggantikan saya mengingatkan meeting reguler tim ketika saya rungsing dengan problematika hidup, untuk mewakili tim kami sampai ke final. Mohon maaf juga jika saya kurang berkomitmen terhadap tim, kurang ini dan kurang itu. I can't do this without both of you, guys :)  It doesn't matter that we didn't get the first place - for me, for us to even reach this step is such a bliss. 

Thank you for the opportunity, ISOC 2016! Hopefully those brilliant ideas shared on this competition can be realized to actually solve Tangerang Selatan waste management problem.


You May Also Like

0 komentar