Berbagi Melalui Indonesia Mengglobal

by - Februari 05, 2018

Bagi saya, salah satu hal yang paling membahagiakan adalah ketika saya dapat berbagi dengan orang lain. Begitu banyak wadah untuk berbagi: mengajar, memberi sumbangan barang, bersedekah, dan masih panjang pilihan lainnya. Dari semua pilihan itu, kalau saya bisa berbagi, berbagi melalui menulis adalah pilihan yang saya rasa paling cocok untuk saya. 

Saya bertemu dengan Indonesia Mengglobal (IM) saat saya sedang mencari wadah untuk berbagi - mencari jalan lain untuk berinteraksi dengan mereka yang mungkin membutuhkan apa yang saya tahu. Ternyata, IM pun terlahir dari keinginan para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Stanford University untuk berbagi - spesifiknya, tentang informasi belajar dan bekerja di luar negeri. Media yang mereka pilih untuk berbagi simpel: sebuah situs yang dapat diakses siapa saja, kapan saja mereka butuh informasi. Satu demi satu, artikel tips berkuliah di luar negeri, artikel cerita pengalaman belajar di negara orang, dipublikasikan. Hingga kini, setelah 5 tahun, 1000 artikel dari lebih dari 500 kontributor sudah dipublikasikan di situs IM.


Tertarik, saya mencoba untuk bergabung dengan IM di akhir 2016. Dari beberapa pilihan posisi, saya memilih untuk mencoba menjadi Content Director. Sesungguhnya, saya suka menulis dan bisa saja memilih menjadi Columnist. Namun saya menemukan bahwa saya rindu dunia editorial. Terakhir kali saya menjadi editor adalah masa-masa membuat majalah Enviro HMTL ITB, lima tahun yang lalu. Lagipula, dengan menjadi editor, saya bisa berbagi dalam lingkup yang lebih luas: saya bisa menyalurkan tulisan dan cerita mereka yang mungkin tidak tahu ada Indonesia Mengglobal, kepada pembaca yang haus informasi. Jika mau, saya pun masih bisa menyalurkan beberapa tulisan. Berjodoh, saya menjadi Content Director untuk wilayah Asia selama satu tahun, kemudian lanjut lagi untuk periode 2018-2019. 

Saat ini, Indonesia Mengglobal sudah menjadi sebuah yayasan. IM masih terus menyalurkan cerita-cerita warga Indonesia, entah dari mereka yang melakukan pertukaran pelajar, mereka yang menjadi mahasiswa, mereka yang bekerja, mereka yang magang - dari siapapun yang pernah tinggal di luar negeri, selain untuk tujuan wisata. IM juga membantu calon mahasiswa melalui program mentoring, dengan tujuan memberi masukan untuk persiapan proses aplikasi ke kampus luar negeri yang mereka tuju.  

Dengan menjadi bagian dari IM, saya berharap bisa membuka wawasan masyarakat Indonesia, bisa menyalurkan informasi, bisa memberikan ruang bagi mereka yang butuh menemukan seseorang untuk bertanya-tanya tentang persiapan mereka ke luar negeri. Kalau kalian punya pengalaman tinggal di luar negeri, baik itu pengalaman internship, language study, student exchange, kuliah S1/S2/S3, post-doctoral, kerja, ibu rumah tangga - apapun itu, kalian bisa berbagi kepada teman-teman di Indonesia. Mereka mungkin selama ini baru bisa bermimpi, belum tahu peluang dan kesempatan seperti apa yang bisa mereka lalui. Bisa jadi, jalan yang kalian tempuh menjadi inspirasi bagi mereka. Kalau tertarik, kalian bisa tulis komentar atau kirim message kepada saya lewat social media manapun. Yuk, berbagi melalui IM! :)

Note: Untuk membaca tulisan saya di IM, silahkan cek di sini

You May Also Like

2 comments

  1. assalamulaikum kak,hehehe
    kak aku mau nanya dong kakak kuliah di kyoto pake beasiswa atau engga ? klo iya beasiswa apa kak ? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, maaf baru dibalas. Aku kuliah di Kyoto dengan beasiswa dari MEXT (Kementrian Pendidikan Jepang).

      Hapus