Medan, Day 1

by - Januari 19, 2012

Liburan ini saya nebeng mama yang dinas ke Medan. Entah lagi kesambet apa, saya memutuskan untuk menjelajahi kota ini bersama teman saya, Dini. Lagipula, ini kesempatan saya mencicil mimpi untuk menjejakkan kaki di lima pulau besar di Indonesia. Starts from Java as my living place, berikutnya adalah Pulau Sumatra.

On a plane. This is a view from my window.

Petualangan saya di Medan dimulai Hari Senin, 9 Januari 2012. Saat itu saya, Dini, dan teman Dini yang anak Fisika ITB bernama Rika mengunjungi Merdeka Walk. Tempat makan ini memang lebih ramai di malam hari. Waktu itu masih sekitar pukul 11, sedangkan restauran incaran kami, Nelayan, baru buka pukul 12 siang. Jadi kami jalan-jalan dulu di sekitar situ, dan hei ternyata banyak juga tempat menarik di sekitar sini! Tempat pertama yang kami datangi adalah Lapangan Merdeka.

Pintu masuk Lapangan Merdeka. Mungkin bisa disebut juga sebagai alun-alun kotanya Medan.

Lapangan Merdeka ini luaaas banget, dan yang paling unik di sisi kirinya ada berbagai jenis alat fitness dari besi yang bisa dipakai beneran! Waaah kalau mainan macam ini ada di Bandung, gratisan pula, saya rajin deh maininnya ehehehe. Di Lapangan Merdeka juga banyak burung yang anteng jalan-jalan meskipun dideketin manusia. Selain itu ada juga Monumen Perjuangan Kemerdekaan Nasional yang dibangun tahun 1986, dan tempat bermain buat anak kecil, seperti layaknya taman-taman pada umumnya. Sementara di bagian luarnya, terdapat pedagang buku yang berjejer seperti di Palasari, Bandung.


Lapangan Merdeka dan jejeran alat fitnessnya


Dua tour guide saya, Rika dan Dini di salah satu alat fitness


Monumen Perjuangan Kemerdekaan Nasional

Berikutnya, kami jalan-jalan ke sekitar Stasiun. Pintu jembatan yang menyebrangi stasiun kereta api ini unik deh! Di desain seperti kubah masjid. Dari jembatan ini juga terlihat bangunan bergaya cina, jadi kami memutuskan untuk nyamperin bangunan tersebut. Ternyata pintu sampingnya terkunci, sementara pintu utamanya out of reach (baca: udah kecapean jalan). Bangunan-entah-apa ini sedang dalam proses pembangunan.


Jembatan dengan desain kubah masjid


Bangunan Cina

Dari Merdeka Walk, saya dan Dini ditinggal Rika karena harus menjemput adiknya. Kami kemudian menuju ke Masjid Raya Medan, dikenal juga sebagai Masjid Al Mashun. Saat itu mulai hujan gerimis dan sepanjang perjalanan kami sukses diguyur hujan. Saat itu kami naik motornya Dini dan sayangnya nggak ada jas hujan. Hujan yang awet dan stagnan itu terus berlangsung selama kami di masjid raya, mencegah kami untuk bertualang lebih lama :(
Masjid Raya Medan. Bagian dalamnya jauh lebih kecil dari penampakan luarnya yang luas

Karena hujan masih terus mengguyur dengan debit yang mood-moodan, kami pun terpaksa mencari tempat kering untuk melanjutkan jalan-jalan: Sun Plaza. Di mall terlengkap di Medan ini saya menikmati Soto Medan. Biarpun nggak kesampean di pinggir jalan, tapi soto di foodcourt mall ini enak juga lho! Gurih dan rempah-rempahnya terasa sekali. Selesai menghangatkan diri dengan soto, kami makan es krim super besar di Fountain. Restauran ini punya banyak jenis menu es krim dengan ukuran giant tapi harga terjangkau. Semua harga es krimnya di bawah Rp 20.000,00.

Soto Medan :D

Saya dan dua es krim besar

Dan itulah petualangan saya hari pertama. Sayang malam itu saya nggak boleh jalan-jalan sendirian mencari kuliner pinggir jalan sama mama. Padahal di dekat hotel saya menginap ada Kampung Keling, tempat makanan macam Martabak, Roti Cane, Sate Padang, dan sebagainya berjejer minta dibeli. Ah, mungkin lain kali :)

You May Also Like

0 komentar