Wedding Preparation 101: Basic Tips for Beginners

by - Januari 14, 2018


So, he popped the question! Beberapa dari kalian mungkin sudah menjalani hubungan yang sangat lama, sampai akhirnya tiba di titik ini. Beberapa dari kalian lainnya mungkin malah baru memulai hubungan, tapi sudah langsung ingin melangkah ke jenjang yang serius. Yang manapun kondisi yang kalian hadapi - here're some tips for you to prepare your wedding! Let's start from the basics, so you will not feel overwhelmed :)

1. Discuss the concept with the family first
Some of my wedding concept, sebagian dari realita dan sebagian dari inspirasi pinterest waktu menyusun moodboard
Kalian mungkin sudah punya bayangan seperti apa kalian mau menikah nanti. Outdoor, tamunya sedikit aja, kalian bisa mingle sama tamu nggak berdiri aja di panggung, dst dst (ups, i think that was my dream wedding :p). Sebelum kalian sibuk booking vendor sana-sini demi mewujudkan pernikahan impian kalian, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah ekspektasi dan harapan orang tua. Terlepas apakah orang tua berkontribusi finansial kepada pernikahan atau tidak, menurut saya pendapat dan harapan mereka tetap perlu kita tanyakan. Bagaimanapun, ini adalah momen mereka 'melepas' kita yang sudah menjadi tanggungan sejak kecil. Tentunya, diskusi baiknya dilakukan ke keluarga cpp maupun cpw - dan menurut saya sih baiknya didiskusikan terpisah, dengan kita si calon pengantin sebagai penengah. 

Hal-hal dasar yang perlu didiskusikan: (1) kapan mau dilaksanakan, (2) lokasi di mana (orang tua biasanya cari tempat yang memudahkan tamu sehingga lokasi tergantung tamu banyaknya datang darimana) (3) mau menggunakan adat atau tidak - jika iya pakai adat apa, jika tidak konsepnya seperti apa (western/nasional/islami etc), (4) bagaimana pembagian biaya pernikahan. 

2. Ask for others' experience
Sesi konsultasi bersama Nenek Hanna, bela-belain lagi hamil mau diajak lunch (kemudian lusanya lahiran wkwk)
Walau setiap orang punya preferensi dan kasus yang berbeda, nggak ada salahnya untuk bertanya ke teman kalian yang baru-baru ini menikah, bagaimana pengalaman mereka mempersiapkan pernikahan. Mungkin mereka punya tips-tips yang nggak kalian temukan di internet, atau mungkin mereka bisa memberikan testimonial tentang vendor yang mereka gunakan untuk pernikahan mereka. Waktu saya mau menikah, selain dari Nenek Hanna, saya juga mendapat banyak referensi dari sepupu saya Selvanny yang menikah di gedung yang sama, enam bulan sebelum saya menikah - mulai dari vendor dekorasi sampai isi buku pengajian. Saya juga nggak ragu DM teman-teman saya yang saya tahu pakai vendor yang saya tertarik. Kalau kalian ada yang mau ditanyakan suatu hari nanti feel free to contact me juga ya!

3. Start browsing for vendors 

Di jaman internet ini, para calon pengantin sudah dimudahkan sekali dengan berbagai website  referensi pernikahan. Coba cek Bridestory atau The Bridedept, dua website yang paling menolong saya selama persiapan pernikahan. Jangan malas untuk browsing hanya karena vendor yang bagus-bagus kayanya mahal semua. Coba ulik lagi, ada kok vendor-vendor wedding start up yang performa nya ngga kalah bagus sama yang sudah well-established - dan tentunya lebih budget-friendly! Oh iya, gunakan instagram secara maksimal juga ya. Ketika mau menikah, isi timeline instagram saya sampai vendor pernikahan semua, gara-gara terlalu banyak ngulik dan follow, hehe. Untuk memilih vendornya, nanti akan saya tulis tips di artikel terpisah lengkapnya.

4. Always know your budget
Photo from brandonhall.com
Setelah ngobrol sama keluarga dan pasangan mengenai budget kalian, tahap berikutnya adalah merencanakan budget. Mungkin setelah ngobrol-ngobrol sama teman, kalian dapat gambaran, budget paling banyak itu habis di vendor apa (bocoran: dekorasi dan catering, sis!). Nah dari situ kalian bisa mulai buat perencanaan alokasi budget di setiap vendor berapa, vendor mana yang mau dikorbankan cari yang lebih murah demi bisa afford vendor lain yang lebih penting tapi lebih mahal, dst. Selain perencanaan di awal, penting juga untuk selalu tahu progress pengeluaran biaya pernikahan kalian. Jangan sampai karena tidak direkap, tiba-tiba belum semua vendor terbiayai, dana sudah habis saja. Waktu persiapan pernikahan, saya menggunakan google sheet di GoogleDrive (ada di sheet 'Expense') untuk membantu saya update semua pengeluaran, siapa yang mengeluarkan, kapan dikeluarkan, dsb.

5. Attend a wedding expo only if you already have a target in mind
Photo from iconews.co.id
Sesungguhnya saya tidak suka desak-desakan di keramaian, karena itu untuk saya, lebih baik duduk cantik di rumah browsing vendor daripada ramai-ramai ke wedding expo. Nevertheless, I am not saying that wedding expo is useless. It's true that you can get special promo if you make a deal in wedding expo - saya mengalaminya untuk vendor catering dan vendor dokumentasi. Namun, saran saya, baiknya datang ke wedding expo dengan sudah punya target vendor apa yang akan didatangi. Waktu itu saya ke wedding expo di Balai Samudera (April 2017), yang secara ajaib cukup sepi sehingga saya nggak perlu desak-desakan. Begitu datang, langsung ke vendor catering tujuan, dan setelah itu baru lihat-lihat. But not everyday we have such privilege. Kalau kalian datang ke wedding expo di Jakarta Convention Centre (JCC), hampir pasti isinya lautan manusia. Akan sangat menghemat waktu kalau kalian datang tinggal lihat peta saja, vendor yang mau dikunjungi ada di mana.

6. Compile your wedding preparation in a notebook or a drive
Photo from thebridedept.com
Merencanakan pernikahan itu ibarat merencanakan proyek. Harus ada timelinenya, checklistnya, supaya semuanya jelas. Well, at least, itu bagi saya yang OCD dan terorganisir hehehe. But really, merangkum apa yang kalian persiapkan dalam media tertentu akan sangat membantu. Waktu mau menikah kemarin, ada tiga metode yang saya gunakan: (1) semua hasil browsing saya, checklist pernikahan saya, saya rangkum di Google Drive, (2) semua kontrak kerja vendor, brosur-brosur fisik, saya rangkum di satu map clear holder, (3) semua hasil diskusi selama persiapan menikah saya coret-coret di buku catatan saya. Silahkan di klik link Google Drivenya, barangkali checklist di google sheet saya berguna untuk jadi checklist kalian juga. Saya juga simpan beberapa pricelist vendor tahun 2017 di salah satu folder, mungkin bisa menjadi gambaran dan inspirasi vendor kalian.

7. Special for LDR couple: find your partner to prepare the wedding, but keep your plus one informed
Saya, mama, dan map clear holder nikahan yang dibawa kemana-mana, di suatu hari di mana mama 'cuti'
Karena calon pasangan berada di Jepang, saya harus mencari orang yang ada di Indonesia yang bisa diajak berbagi tentang detail-detail pernikahan. Alhamdulillah, mama saya sangat membantu dalam persiapan pernikahan, karena beliau terbiasa jadi EO acara-acara kantor. Apalah saya tanpa mama, mungkin stres sendiri kemudian jadi bridezilla, haha. Meskipun, saya selalu berusaha melibatkan Rizky lewat update-update persiapan apa saja yang sudah dilakukan dan apa yang dia bisa bantu dari jauh. Intinya, jangan sampai kalian merasa terbebani sendiri sementara calon pasangan kalian nggak tahu apa-apa di luar sana ya!

Closing Remarks
Mempersiapkan pernikahan, walau moodnya naik turun, selalu menarik dan menantang. Menjadi momen belajar sabar, belajar menghargai orang lain, belajar memahami bahwa kasih sayang orang tua yang tiada batas itu benar adanya. Selamat mempersiapkan pernikahanmu, don't forget to have fun with it!




You May Also Like

0 comments